Kamis, 08 Maret 2012



Rista Dewi Carlina
210609008
PGMI-A /6
BAB I
PENDAHULUAN

Pembelajaran tematik sering disebut pembelajaran terpadu. John Dewey memberikan pengertian bahwa pembelajaran terpadu adalah pendekatan untuk mengembangkan pengetahuan siswa-siswi dalam pembentukan pengetahuan berdasarkan pada interaksi dengan lingkungan dan pengalaman kehidupannya. Hal ini membantu siswa untuk belajar menghubungkan apa yang telah dipelajari dan apa yang telah dipelajari. Pada umumnya, pembelajaran tematik atau terpadu adalah pembelajaran yang menggunakan tema tertentu untuk mengaitkan antara beberapa isi mata pelajaran dengan pengalaman kehidupan nyata sehari-hari siswa-siswi, sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna bagi mereka. Landasan pembelajaran tematik yaitu meliputi: landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan yuridis.










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Landasan Yuridis dalam Pembelajaran Tematik

Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah. Landasan yuridis tersebut adalah Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak dan memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya dalam (pasal 9). Undang- Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Bab V Pasal 1 b) menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

B.     Kurikulum  Pembelajaran Tematik

1.      Pengorganisaian Kurikulum
Pengorganisasian kurikulum pembelajaran tematik merupakan perpaduan antara dua kurikulum atau lebih sedemikian hingga menjadi satu kesatuan yang utuh, pada kegiatan pembelajaran diharapkan dapat menggairahkan proses pembelajaran serta pembelajaran menjadi lebih bermkana karena senantiasa mengkiatkan dengan kegiatan praktis sehari-hari sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sejalan dengan hal tersebut masing-masing siswa-siswi membangun sendiri pemahaman terhadap konsep atau pengetahuan yang baru.
Menurut Nasution, S., (dalam Nurdin, S., dan Usman, B.M., 2003). Dilihat dari organisasi kurikulum pada umumnya ada 3 tipe kurikulum pembelajaran, yakni: separated subject curriculum, currelated curriculum , dan integrated curriculum.


Ø  Separated Subject Curriculum
Tipe ini bahan dikelompokkkan pada mata pelajaran yang sempit, di dalamnya antara mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya menjadi terpisah-pisah, terlepas dan tidak mempunyai kaitan sama sekali, sehingga banyak jenis mata pelajaran menjadi sempit ruang lingkupnya.
Ø  Correlated Curriculum
Adalah suatu bentuk kurikulum yang menunjukkan adanya suatu hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, tetapi tetap memperhatikan ciri (karakteristik) tiap bidang studi tersebut.
Ø  Integrated Curriculum
Secara istilah, integrasi memiliki sinonim dengan perpaduan pernyatuan atau penggabungan, dari dua objek atau lebih (Wedawati (1990) dalam Darwin (2001)). Hal ini sejalan dengan pengertian yang di kemukakan oleh Poerwardaminta (1997), integrasi adalah penyatuan supaya menjadi satu kebulatan atau menjadi utuh.
Dalam integrated curriculum pelajaran di pusatkan pada suatu masalah atau topik tertentu, misalnya suatu masalah dimana semua mata pelajaran dirancang dengan mengacu pada topik tertentu. Apa yang di sajikan di sekolah, disesuaikan dengan kehidupan siswa-siswi di luar sekolah. Pelajaran di sekolah membantu siswa-siswi dalam menghadapi berbagai persoalan di luar sekolah. Untuk pemecahan masalah, pebelajar diarahkan untuk melakukan kegiatan yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
2.      Klasifikasi Pengintegrasian Tema
Ø  Pengintegrasian Beberapa Disiplin Ilmu
Model ini merupakan model pembelajaran terpadu yang menautkan dua atau lebih bidang ilmu yang serumpun. Misalnya di bidang ilmu alam, menautkan antara dua tema dalam fiska dan biologi yang memiliki relevansi atau antara tema kimia dan fisika. Misalnya tema metabolisme dapat di tinjau dari biologi maupun kimia. Begitulah dengan tema-tema yang relevan pada bidang ilmu sosial seperti antara sosiologi dan geografi.
Ø  Pengintegrasian Beberapa Disiplin Ilmu
Model ini merupakan model pembelajaran terpadu yang menautkan antar disiplin ilmu yang berbeda. Misalnya antara tema yang ada dalam bidang ilmu sosial dengan bidag ilmu alam. Sebagai contoh, tema energi merupakan tema yang dapat di kaji dari bidang ilmu yang berbeda baik dalam bidang ilmu sosial (kebutuhan energi dalam masyarakat) maupun dalam bidang ilmu alam bentuk-bentuk energi dan teknologinya. Jadi dengan demikian jelas bahwa dalam model ini suatu tema tersebut dapat di kaji dari dua sisi bidang ilmu yag berbeda (antar disilpin ilmu).
Ø  Pengintegrasian di dalam Satu dan Beberapa Disiplin Ilmu
Model ini merupakan model pembelajaran terpadu yang paling kompleks karena menautkan anatara disiplin ilmu sekaligus bidang ilmu yang berbeda. Misalnya antara tema yang ada dalam bidang ilmu sosial, bidang ilmu alam, teknologi maupum ilmu agama. Sebagai contoh, tema rokok merupakkan tema yang dapat di kaji dari berbagai bidang imu yag berbeda. Di bidang ilmu sosial dapat di kaji dampak sosial merokok dalam masyarakat, (sosiologi), aspek pembiayaan ekinomi bagi perokok (ekonomi), dalam bidang ilmu alam, dapat di kaji bahaya rokok bagi kesehatan (biologi), kandungan kimiawi rokok (kimia), unsur radio aktif (radon) dalam daun tembakau (fisika). Sedangkan di bidang ilmu agama dapat di kaji bahwa rokok merupakan perbuatan yang sia-sia (makruh hukumnya). Jadi dengan demkian nampak jelas bahwa dalam model ini suatu tema tersebut dapat di kaji dari dua sisi, yaitu dalam satu bidang ilmu (interdisipiln) maupun dari bidang ilmu yang berbeda (antar disiplin ilmu). Dengan demikian semakin jelaslah kebemaknaan pembelajaran itu, karena pada dasarnya tak satupun permasalahan (konsep) yang dapat di tinjau hanya dari satu sisi saja.




KESIMPULAN

Landasan yuridis dalam Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak dan memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya dalam (pasal 9). Undang- Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional (Bab V Pasal 1 b).
Menurut Nasution, S., (dalam Nurdin, S., dan Usman, B.M., 2003). Dilihat dari organisasi kurikulum pada umumnya ada 3 tipe kurikulum pembelajaran, yakni: separated subject curriculum, currelated curriculum , dan integrated curriculum.















                                       
DAFTAR PUSTAKA
Paket konsep dasar pembelajaran tematik                
http://www.contoh-kti.info/makalah-pembelajaran-tematik-pada-kurikulum-ktsp/http://www.google.co.id/search?q=kurikulum+yang+digunakan+dalam+pembelajaran+tematik



















6 komentar:

  1. jelaskan secara khusus bagaimana keterkaitan landasan yuridis dalam suatu pembelajaran khususnya pembelajaran tematik? karena setelah membaca blog diatas itu hanya menyinggung tentang kebijakan pembelajaran dan hak-hak siswa, tolong dijelaskan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahwasannya di atas sudah dijelaskan apa itu landasan yuridis.kaitannya landasan yuridis dalam proses pembelajaran yaitu pembelajaran tematik dapat diterapkan di SD/MI karena pembelajaran tematik penting untuk diterapkan khususnya di kelas bawah.

      Hapus
  2. jelaskan bagaimana perbedaan antara kurikulum pembelajaran tematik dengan kurikulum pembelajaran biasa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, kurikulum pembelajaran tematik yaitu siswa lebih aktif didalam proses pembelajaran tersebut. sedangkan kurikulum pembelajaran biasa, yaitu yang lebih aktif adalah gurunya.

      Hapus
  3. jelaskan apakah ketiga kurikulum diatas itu dipakek dalam kurikulum pembelajaran tematik dan berikan contohnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, ketiga kurikulum tersebut dpakek, tetapi yang lebih dominan dan yang sering dipakek adalah correlated curriculum dan integrated curriculum karena bentuk kurikulumnya saling berkaitan dan ada hubungannya antara mata pelajaran satu dengan mata pelajaran yang lain.sedangkan separated subject curriculum yaitu, kurikulum jaman dahulu. terpisah-pisah tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang lain.

      Hapus